hapus aku dari saksimu
tiraimu benalu rupa
bertangkai pada uratmu
aku tak ingin lagi terjerat dera
manis rupamu
fatwa lidahmu
tapi cacing perutmu
kau tabur merah jarimu
kau ulas cincin zamrudmu
aromakan sirih tak berdaun
kara pun meruah majun
berlari, ringkihmu
sembunyi, capitmu
merembah, remak
telah kuraut tengah diujung mimpi
sudimu...
ah, batas tidurku
pupus terburai
Kutaraja, 10/02/09
Tidak ada komentar:
Posting Komentar