18 Februari 2009

"Tertipu"


hapus aku dari saksimu
tiraimu benalu rupa
bertangkai pada uratmu
aku tak ingin lagi terjerat dera

manis rupamu
fatwa lidahmu
tapi cacing perutmu

kau tabur merah jarimu
kau ulas cincin zamrudmu
aromakan sirih tak berdaun
kara pun meruah majun

berlari, ringkihmu
sembunyi, capitmu
merembah, remak
telah kuraut tengah diujung mimpi

sudimu...
ah, batas tidurku
pupus terburai

Kutaraja, 10/02/09

Tidak ada komentar:

Posting Komentar