ketika subuh belum genap meraba nadi
dari semalam masih ada sisa di jantungmu
dalam keringat dingin kubawa mimpi pagi
aku telah usai merambah hutan keringmu
sebab mimpi tidak lagi di pertemuan pagi
merangkak siang pun lelah menghitung waktu
karena dirimu tak mampu lagi mengangkat birahi
kutelaah garis garis kulitmu
kamu menungkup tak sudi lagi
kucoba membuat alur di belahan dadamu
kamu semakin tenggelam jauh tak pasti
langit langit kamar hanya semalam membisu
sebaiknya tamatkan saja tanpa ada bakti
jalanku ke barat dan ke timur jalanmu
kita berpisah walau tak pernah berjanji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar