12 Januari 2010

senja hampir malam

menyepih senja setiap hampir malam
hendak meraut asa dari rindu yang kelam
hanya sepihak meretas jingga sepanjang luka
dia disana, anak anak disana, senantiasa bersama lara

mengiring langkah menapak lesu dimuka pasi
diatas pasir putih menggores hari hari
waktu diujung senja dipercik busa busa putih
mengalir deras nestapa langit semburkan merah

beberapa titik sudah menetes digaris pipi
sejurus mata jauh memandang
tampak perahu layar ada yang menuju pulang
tapi bukan dia diharapan hati

“tujuh senja sudah menanti tak kunjung datang
wahai dunia selaut beritakan sekarang
dimana gerangan bahtera kami berlabuh
rindu meruah sang nahkoda kami serumah”


“bapak, laut sangat luas
labuhkan kembali hatimu untuk kami
jangan pergi sebelum lepas rindu kami
masih terlalu singkat waktu cengkerama dengan buah hati
mereka belum habis menuang cerita sepenuh hati”


dia perempuan setengah baya
dia bersama anak anak merana
dia meniti beranda laut menuju malam
dia dan anak anak setiap senja hampir malam

“tapi bapak tidak pernah kembali dari laut”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar